Sesulit apapun kita dalam belajar pasti di dalamnya ada setitik cahaya yang akan meneranginya dan memberikan kemudahan.... cahaya itu sebenarnya ada dalam diri kita sendiri...
Perempuan hebat
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Puncak dari kesabaran adalah saat kamu memilih diam, meskipun hatimu sedang terluka. Puncak dari kekuatan adalah saat kamu tersenyum, seraya membendung airmata.
Maha suci Tuhan yang telah menciptakan keindahan pada diri setiap perempuan. Ibarat mutiara yang mempunyai banyak sudut, di mana tiap-tiapnya memancarkan pesona yang berbeda. Keanggunan yang membuat hati tertawan, sehingga kegelapan berubah menjadi kegemilangan. Ibu... Ibu adalah wanita yang kuat, berlapis-lapis bak eloknya mutiara. Lebih kuat dari pada intan sekalipun.. walau diterpa ribuan badai, deraan matahri, namun ia tetap kokoh berdiri.. seperti rumah yang senantiasa melindungi setiap nyawa di dalamnya. Penuh pengorbanan, begitu tulus tanpa pamrih. Ketika yang lain menderita ikut serta sepenuh jiwanya... Wajah polos lagi suci yang bersih dari kepalsuan polesan modern. Air muka yang jernih dan sejuk umpama telaga. Bibir yang selalu terurai ketulusan dari setiap ulas senyumannya. Ia adalah ibuku.. ibu yang terhebat.. Saat diterjang situasi sulit, sayap kasihnya menyelimutkan kehangatan. Ketulusan yang menyingkirkan resah dan gelisah yang menerkam keluarga...
Move on.. Ya, kata-kata itulah yang sering kamu bagikan untuk orang-orang disekitarmu. Semangatmu, karakter jiwa mudamu yang sangat besar. Kata-kata itu, satu tahun lalu yang aku dengar darimu. Ajaibnya kata-kata itulah yang sudah berhasil membangunkan jiwaku dari keterpurukan yang aku alami selama beberapa tahun lalu, dan saat ini sudah aku sebut sebagai masa lalu. Terimakasih... hanya itulah yang ingin aku ucapkan padamu, tapi sampai saat ini aku belum pernah mengucapkannya.. lucu ya.. tapi inilah aku. Maaf jika aku menyampaikan lewat tulisan ini, semoga kamu bersedia membacanya. Saat kemarin kamu beritahu aku, kalau kamu akan datang ke rumah. Tidak banyak yang aku pikirkan. Aku hanya akan menerima kedatanganmu dengan baik, dan aku serahkan semuanya pada-Nya. Setelah kepulanganmu, aku mulai berpikir atas semua ucapanmu. “Sebuah proses tidaklah penting, hasil akhirlah yang terpenting” Selama satu malam, aku merenung.. menelaah apa maksud dari per...
pagi ini dapet bahan bacaan yang cukup menarik dari seorang teman, untuk para isteri wajib baca yah... hanya meneruskan saja.. 1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yg mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu kamu mencintainya seumur hidupmu, bahkan seringkali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri. 2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah & ibunya. 3.Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta kamu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap ...
Komentar
Posting Komentar